Lupakanlah, tetaplah tersenyum
walau hatimu sakit.
Seperti 'bulan' dan
'matahari'. Mereka selalu mewarnai hari bersama tetapi mereka tidak dapat
bersatu. Seperti 'sepatu', juga lagu yang dibawakan Tulus, selalu bersama tapi
tak bisa bersatu. Saat dimana aku berjalan menuju kedewasaan, aku menemukan
cinta pertamaku seperi 'bulan dan matahari' juga sepatu. Tapi lebih dari
memecah hati, aku hanya sekedar bisa untuk melihatnya dari jauh bukan untuk
bersama apalagi bersatu. Terlebih, aku hanya memiliki cinta sepihak. Kesedihan
yang kukenal dan kulalui terlalu dini membuatku mengenal dunia dengan
kesakitanku. Hingga seseorang yang sangat berharga bagiku, seseorang yang
memberi kehangatan hatinya untukku pernah berkata,
"Semua ada jalannya,
apapun jalan yang kamu lewati pasti berakhir bahagia karena 'dia' takdirmu
bukan takdir orang lain." - 140914
Seseorang itu juga berkata,
"'Fake smile'-mu emang
bagus dek, kamu bisa lakuin itu tanpa ada yang curiga. Tapi matamu enggak.
Hatimu sakit. Inget aku ya dek, aku selalu nunggu izin kamu agar aku bisa
ngehapus luka itu." - 140914
Seseorang itu telah menyatukan
hatiku yang telah pecah berkeping keping. Memberikanku bahagia dan tawa ,
disisiku saat sendu. Dan aku akan mencintainya, karena aku mencintainya.
Vina
24-Desember-2015, Subuh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar