Senin, 11 Januari 2016

Melupakan

Lupakanlah, tetaplah tersenyum walau hatimu sakit.
Seperti 'bulan' dan 'matahari'. Mereka selalu mewarnai hari bersama tetapi mereka tidak dapat bersatu. Seperti 'sepatu', juga lagu yang dibawakan Tulus, selalu bersama tapi tak bisa bersatu. Saat dimana aku berjalan menuju kedewasaan, aku menemukan cinta pertamaku seperi 'bulan dan matahari' juga sepatu. Tapi lebih dari memecah hati, aku hanya sekedar bisa untuk melihatnya dari jauh bukan untuk bersama apalagi bersatu. Terlebih, aku hanya memiliki cinta sepihak. Kesedihan yang kukenal dan kulalui terlalu dini membuatku mengenal  dunia dengan kesakitanku.  Hingga seseorang yang sangat berharga bagiku, seseorang yang memberi kehangatan hatinya untukku pernah berkata,
"Semua ada jalannya, apapun jalan yang kamu lewati pasti berakhir bahagia karena 'dia' takdirmu bukan takdir orang lain." - 140914
Seseorang itu juga berkata,
"'Fake smile'-mu emang bagus dek, kamu bisa lakuin itu tanpa ada yang curiga. Tapi matamu enggak. Hatimu sakit. Inget aku ya dek, aku selalu nunggu izin kamu agar aku bisa ngehapus luka itu." - 140914
Seseorang itu telah menyatukan hatiku yang telah pecah berkeping keping. Memberikanku bahagia dan tawa , disisiku saat sendu. Dan aku akan mencintainya, karena aku mencintainya.


Vina
24-Desember-2015, Subuh

Sabtu, 09 Januari 2016

Aku Berhenti

Ketika luka tak dapat kuacuhkan
Dan disaat melodi sendu mengalun
Semua kembali dalam bayang
Bayang tangis yang kau abaikan
Namun, semua telah kulalui
Tanpa tahu arah aku tetap berjalan,
Berjalan untuk melewatinya
Sendirian, sunyi dalam kesenduan penuh harap
Sekarang aku telah dapat berdiri,
Berdiri dengan senyum, walau rasaku telah hilang
Setidaknya, aku bahagia pernah mencintaimu
Walau tak kau tahu dan tak kau sangka aku ada
Kini, aku berdiri tersenyum untuk orang yang tersenyum padaku
Jika kau tahu rasaku dulu telah hilang
Bagaimana rasa hatimu?
Secuil kataku untukmu, berbahagialah dengan apa yang kau pilih.
Jika ia menangis, peluk dan hapus tangisnya.
Jangan buat ia terluka dan jaga orangtua juga keluargamu...
Secarik surat untukmu, orang yang dulu mengisi rusukku, Opyungs.
Aku telah berhenti.

25 Mei 2015, Adik Kelasmu

Rabu, 06 Januari 2016

Merpati dan Keabadian

Aku akan terbang tinggi, suatu hari nanti. Entah kapan, tapi pasti. Aku akan terbang membawa perasaanku. Karena aku tau, saat kita nyata kau jauh disana bukan untuk kumiliki.  Aku akan terbang menuju surga, menuju kehidupan setelah nyata. aku selalu berharap jika rasaku ini tak akan berakhir hingga aku dapat membawanya dalam kehidupanku selanjutnya. Aku muslim, tapi aku juga percaya bahwa Allah akan memberiku kehidupan setelah nyata.

Reinkarnasi? Maybe. Walaupun jauh dalam hatiku aku berusaha untuk percaya kehidupanku selanjutnya, tak dapat kupungkiri bahwa aku juga percaya kehidupan kekal seperti apa yang agamaku ajarkan. Seberapa jauh aku mencoba untuk percaya keduanya, sejauh itulah aku berusaha untuk percaya bahwa aku akan terus dapat membawa perasaan ku saat ini. Setidaknya, jika di kehidupan sekarang aku bukan takdirmu, melainkan hanya aku yang menyimpan rasa. Biarlah aku bertemu denganmu di kehidupan selanjutnya sebagai takdirmu, mempunyai rasa satu sama lain bukan bertepuk sebelan tangan.

Jika di kehidupan sekarang aku bukan takdirmu, akan ku simpan rasa ku sebagai kenangan bahwa aku pernah menyimpan rasa padamu dan masih ada jauh di sudut hatiku. Berbahagialah atas apa yang persaanmu pilih, aku juga berbahagia disini. Aku telah memilih nya untuk mengisi hatiku yang kosong ini dengan hatinya, bukan kamu. Karena aku tahu, aku tak akan bisa melawan takdirku.

Seseorang pernah berkata jangan selalu mengaharapkan yang tak pasti, karena ketidakpastian itu menyakitkan. Seseorang itu menyadarkan ku, setelah hampir 3 tahun aku berharap mendampingi mu dalam ketidakpastian. Aku terlalu polos untuk menyadari, bahwa cinta pertama ku adalah sebuah ketidakpastian karena keputusanku menjadi 'secret admirer'.

Tak usah khawatir, aku sudah mengubur rasa juga harapan ketidakpastian untukmu. Aku sudah menutup semuanya, menutup album ketidakpastian akan harapan ku padamu. Kamu tau? Aku kini telah membuka album baru. Sebuah album bahagia antara aku dan seseorang yang telah menyadarkan ku. Kadang, cinta tak harus bersemi dalam kenyataan, tapi juga bisa dalam keabadian.

Tinta hitam,
Vina

24-Desember-2015 at 21.20-21.32