Jumat, 11 Desember 2015

Untaian Kata Hatiku


Dia selalu ada, bahkan saat aku tak pernah berfikir bahwa ia selalu meluangkan waktunya untuk bersamaku. Konyol dan bodohnya aku tak pernah mengerti bahwa ia ada. aku mengabaikannya demi cinta tak terlihatku, demi cinta yang kurahasiakan dengan Tuhan selama hampir 4 tahun ini. 

Cintaku tak pernah melihatku, menyapaku, bakhan menganggapku ada. Sedangkan ia, orang yang selalu kuabaikan. Ia terus dan hanya melihatku, menyapaku, dan selalu menganggapku. Aku orang yang selalu menyebut nama cinta dalam doa untuk dia, sedangkan disisi lain ada orang yang selalu menyebut namaku dengan tulusnya cinta dalam doanya.

Aku sungguh jahat jika aku melihat diriku sendiri. Mengabaikan orang yang selalu mencintaiku dengan segala kekuranganku demi mengejar cinta monyet ku. Bagai burung yang tak tahu dimana sangkarnya, padahal ada sangkar yang telah disiapkan khusus untuknya. 

Aku tak ingin terlalu munafik pada perasaanku, aku menyadarinya. Aku mencoba melupakan cinta pertamaku yang sangat tragis. Aku mencoba membuka lembaran baru, tanpa cinta pertamaku, tetapi dengan orang yang mencintaiku.

11 Desember 2015,
Dengan hati yang telah akan kututup, Sojin.