Dia selalu ada, bahkan saat aku tak pernah berfikir bahwa ia
selalu meluangkan waktunya untuk bersamaku. Konyol dan bodohnya aku tak pernah
mengerti bahwa ia ada. aku mengabaikannya demi cinta tak terlihatku, demi cinta
yang kurahasiakan dengan Tuhan selama hampir 4 tahun ini.
Cintaku tak pernah melihatku, menyapaku, bakhan menganggapku
ada. Sedangkan ia, orang yang selalu kuabaikan. Ia terus dan hanya
melihatku, menyapaku, dan selalu menganggapku. Aku orang yang selalu menyebut
nama cinta dalam doa untuk dia, sedangkan disisi lain ada orang yang selalu
menyebut namaku dengan tulusnya cinta dalam doanya.
Aku sungguh jahat jika aku melihat diriku sendiri.
Mengabaikan orang yang selalu mencintaiku dengan segala kekuranganku demi
mengejar cinta monyet ku. Bagai burung yang tak tahu dimana sangkarnya, padahal
ada sangkar yang telah disiapkan khusus untuknya.
Aku tak ingin terlalu munafik pada perasaanku, aku
menyadarinya. Aku mencoba melupakan cinta pertamaku yang sangat tragis. Aku
mencoba membuka lembaran baru, tanpa cinta pertamaku, tetapi dengan orang yang
mencintaiku.
11
Desember 2015,
Dengan
hati yang telah akan kututup, Sojin.